Cerita tentang Nindy tetap jadi fokus utama, tapi
di sini agak kacau lantaran ada kenangan-kenangan masa lalu yang muncul.
Tentang kenangan lama gebetan, kenangan lama yang lain, pokoknya campur-aduk
nggak jelas. Tapi yang unik, Nindy tiba-tiba muncul lagi.
Di sini, kesibukan mulai bikin gue melupakan
Nindy. Campur-aduk kesibukan bikin gue jadi mikir... Gila bener! Emang si Nindy
kemana aja, sih?
Bagaimana merangkum semua inspirasi menjadi satu,
lalu berubah wujud menjadi Nindy? Hmmm... Makin sulit ajah! Sama aja kayak kita
lagi bingung menentukan, siapa yang bakal jadi temen seumur hidup? Model kayak
gitu, deh.
Setelah gue timbang-timbang dan pikir, ternyata
emang yang pantes mewakili Nindy ya Tengens. Mukanya pas, meskipun Tengens
bukan Manado tapi Maluku.
Catatan terakhir dari Cinta Itu Sompret adalah... Bagaimana membuatnya jadi 15 season? Menarik juga masukan dari Mbak Momi. Hmmm... Kalo emang mau jadi 15 season, 10-nya berarti harus dibuat dalam bentuk novel dan nggak publish dulu ngkale, ya?
(Gelumbang / 9-13 Februari 2014)